Ketika Aku dan Pacarku Berdua Dirumah
Dek
Mama sama Papa berangkat dulu ya, tin tin suara klakson mobil pergi. Lagi-lagi
aku ditinggal sendirian di rumah. Mama selalu ngingetin aku untuk jaga diri
baik-baik. Dari dulu orang tuaku memang sibuk kerja, jadi sering pergi keluar
kota. Biasanya ada Bibi di rumah yang bantu beres-beres rumah, terus pulang
sore harinya. Tapi bibi sekarang sudah tidak kerja di sini lagi. Untung aku
punya pacar yang baik dan selalu setia nemenin aku. Namanya adalah Doni. Doni
tipe cowok siaga siap antar aku kemana saja. Aku sayang banget sama Doni dan
aku tahu dia juga sayang sama aku. Kalau kata teman-teman Doni adalah cowok
yang nggak bener. Aku nggak pernah percaya karena yang aku rasain beda.
Aku
udah siap berangkat sekolah hari ini tanpa perlu pamitan ke mama papa seperti
biasa. Suasana di rumah tampak dingin, cuma ada aku di meja makan. Aku
mengambil roti tawar dan mengolesinya dengan selai coklat kesukaan ku. Aku
fokus pada roti tawar merasakan sepi di rumah sendiri. Aku mendengar suara
motor dari luar rumah. Doni sudah datang seperti biasa, aku berangkat ke
sekolah bareng Donny, dia selalu membawa helm untukku. Dia memang sangat
perhatian padaku aku naik motor Doni, Doni langsung menancapkan gas motornya.
Motor melaju cukup kencang, kita berdua takut datang ke sekolah terlambat, jadi
Doni sengaja ngebut di jalan, di sekolah kita beda kelas dan beda angkatan.
Doni adalah seniorku hampir seluruh siswa di sekolah aku tahu kalau kita
pacaran.
Gimana
nggak tahu pada jam istirahat kita sering makan berduaan di kantin dengan
mesra. Semua mata tertuju pada kita dengan tatapan iri, tapi hari ini berbeda,
hari ini di sekolah Aku sedang ada acara ulang tahun yang ke-50 yang diadakan oleh TogelCC dan Togel Singapore. Ada panggung
besar di tengah lapangan upacara, seluruh siswa ramai-ramai mengelilingi
panggung sambil lompat-lompat dan bernyanyi bersama band yang sedang manggung.
Aku dan Doni juga berada di depan panggung, menikmati musik. Doni menanyakan
apakah aku suka dengan lagunya, Aku menjawab dengan gugup dan aku bilang
suka.
Selesai
menonton band di lapangan, Donny mengajak pergi ke belakang sekolah untuk
melihat pameran seni rupa. Setelah kita sampai di belakang sekolah, aku melihat
banyak seni rupa yang digambar oleh peserta lomba. Aku sangat suka dengan seni
rupa dan Doni selalu punya cara untuk membuat aku senang. Tiba-tiba
mengeluarkan tangannya padaku dan mengajakku untuk kabur dari sekolah. Ya aku
tahu sekolah sedang tidak kondusif dan tidak ada kegiatan belajar jadi aku
mengiyakan ajakan Doni untuk pergi dari sekolah.
Aku
cabut dari sekolah, Aku dan Doni pun berpisah untuk mengambil tas kita
masing-masing, jadi kita janjian di parkiran motor. Aku menunggu Doni di
parkiran motor cukup lama, aku mulai kesal menunggu Doni yang tidak kunjung
datang. Tiba-tiba Doni datang dengan sepeda motornya, sambil memakai helm dan
membawakan helmku. Aku gemes melihatnya dan reflek tertawa. Doni menyuruh aku
untuk diam. Aku dan Doni pergi jalan-jalan keliling kota sambil ngobrol di
jalan. Doni menanyakan soal Mama Papa aku yang pergi keluar kota, dia tahu soal
kesibukan orang tuaku jadi pun menawarkan diri untuk menemaniku di rumah. Aku
mengiyakan tawaran Doni karena khawatir aku sendirian di rumah. Apalagi bibi
sudah tidak kerja di rumahku lagi. Doni melirik ke arahku sekali sambil
tersenyum dan selalu menarik tanganku untuk memeluknya dari belakang.
Beberapa
minggu terakhir ini aku ngerasa aneh sama Doni, dia nggak kayak biasanya, lebih
sering melakukan kontak fisik dengan ku. Seharusnya ini jadi hal yang biasa
untuk kita yang sudah berpacaran kurang lebih 6 bulan. Mungkin ini hanya
perasaanku saja, aku tahu Doni laki-laki yang baik dan dia sangat menyayangiku.
Akhirnya aku dan Doni sampai di rumahku, Doni memarkir motornya di garasi lalu
berjalan masuk kedalam rumah bersamaku. Aku membuka pintu rumah dan membukanya.
Saat
aku dan Doni sudah berada di dalam rumah tiba-tiba tangannya merangkul pinggang
ku, Aku kaget tapi ketika menoleh ke Dony Ia hanya tersenyum padaku. Doni duduk
di ruang keluarga sambil nonton TV, aku datang membawa snack dan minuman
dingin. Kita duduk bersebelahan menikmati tontonan TV, tiba-tiba dia mencium
keningku, aku terkejut namun dia berusaha tenang dan tersenyum padaku, sambil
berkata aku sayang kamu. Aku pun tidak bisa berkata-kata lagi dan hanya
melemparkan senyum padanya.
Doni
menawarkan ku untuk menonton film drama romantis, aku yakin selera Doni pasti
bagus. Doni kemudian mengganti channel TV dengan 1 film romantis, aku melihat
banyak adegan ciuman di film itu dan sesekali menutup mata, Doni jadi tertawa
melihat kelakuanku. Doni kemudian merangkulku dan menciumku sekali lagi,
beberapa kali aku menutup mataku secara refleks, tapi Doni selalu
menenangkanku. Suaranya yang begitu lembut dan tenang mampu menghipnotis ku,
dan akhirnya kusandarkan kepalaku di bahunya berusaha menikmati tontonan film
di layar TV, sedang asyik nonton film tiba-tiba tangannya meraba rokku dan
membuka rokku dengan perlahan. Aku mulai terbuka sedikit demi sedikit, kemudian
mengusap paha aku perlahan-lahan. Aku berusaha menahan tangannya tapi dia
selalu mengeluarkan kalimat yang membuat aku tenang dan percaya padanya.
Aku
pun menuruti kemauannya, handphoneku berbunyi, Mama menelponku, mama menanyakan
keberadaan ku, aku terpaksa bohong pada Mama aku bilang sedang berada di kelas,
aku takut kalau mama marah kalau aku jujur. Lagi lagi mama mengingatkanku untuk
jaga diri baik-baik, aku mau mengiyakan semua kalimat Mama ditelepon. Aku mulai
tidak fokus, handphoneku langsung di matikan Doni. Dia menatapku dengan tatapan
sayu, tangannya masih menganu paha aku yang mulus. Aku berusaha menahan risih
dan memejamkan mataku, tangan Doni kusingkirkan beberapa kali tapi balik
lagi.
Doni
makin lama makin masuk ke dalam rok ku, lalu Doni mencium pipiku. Aku berusaha
menahan tangan Doni masuk lebih dalam lagi. Dia pun mencium bibirku dan
melepaskan tangannya dari dalam rokok, tidak beberapa lama aku melepas ciuman
Doni dan menamparnya. Aku marah besar pada Doni, aku pikir Doni tidak tahu
bedanya rasa sayang dan nafsu. Tapi Doni menjawabku, dia beralasan ingin
membuat aku senang dan tidak merasa kesepian di rumah seorang diri. Aku
menangis melihat Doni, kedua tanganku resep menutupi muka ku Joni memelukku dia
menyesali perbuatannya dan meminta maaf padaku.
Tapi
aku terlanjur kecewa, Aku minta Doni untuk pergi dan keluar dari rumahku. Doni
mengucapkan kata maaf dan berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi.
Aku mulai muak dan berteriak pada Doni. Dia bergegas keluar rumah, membawa tas
nya. Dari cerita aku ini aku cuman ingin menyampaikan pada kalian, para wanita
yang ada di luar sana kalau tubuhmu adalah integritasmu yang perlu kalian
jaga.
Komentar
Posting Komentar